Hai para bloggers... Hari Ini gue pingin cerita, tentang sepupu gue yang udah Passed Away ���������� Namanya Ranaya Keeran Naima
Dia Lahir di jakarta 2 december Dan meninggal 22 December ditahun yg sama.. Sedih banget ga sih ? Waktu itu gue masih sama temen2 gue otw pulang dari puncak, Dan tibatiba nyokap telfon......... Dan dia bilang Ranaya udah gaada T-T gue langsung nangis Dan secepatnya nyampe di Rumah duka. Sampe dirumah tante gue, gue menemukan Tyara yg galau nungguin gue Dan dia langsung peluk Dan nangis ke gue, gue juga ikut nangis lah.. Siapa yg gak kehilangan sepupu yg sangat lucu Dan cantik? Udah lama gue ga dateng ke makamnya Ranaya... Gue pingin bgt dateng kesana, tapi ga boleh-_- lama2 gue dateng sendiri NIH!
Fotonya Ada di twitter gue.. Ini :instagr.am/p/NOgW7BlEZo/
Extraordinary
The greatest thing you'll ever learn is just to love and be loved in return. -Moulin Rouge
Wednesday, July 18, 2012
Monday, June 4, 2012
EARTH HOUR :)
Satu Jam Kegelapan untuk Selamatkan Bumi
Earth Hour atau gerakan mematikan lampu selama satu jam itu ingin mengingatkan bahwa siapapun kita, apapun latar belakang kita, di manapun kita berada, kita berpotensi untuk melakukan hal yang membantu Bumi. WWF menyatakan lebih dari 4.000 kota di 125 negara berpartisipasi dalam aksi global mematikan lampu selama 1 jam untuk Earth Hour sebagai aksi bersama kurangi laju perubahan iklim pada malam hari ini. Kesadaran itu meningkat dibanding Earth Hour 2009 yang baru mencatat 88 negara dan 1.200 kota yang terlibat. Anak-anak, pelajar, politisi, CEO perusahaan, sampai kakek nenek bisa berpartisipasi dalam Earth Hour. Banyak orang bertanya, mengapa hanya satu jam? Apakah penghematan satu jam dalam setahun cukup untuk “menebus dosa” pemborosan energi listrik yang kita lakukan bertahun-tahun? Tentu saja tidak. Dan “penebusan dosa” bukan tujuan Earth Hour.
Momen satu jam ini merupakan pengingat bagi kita semua tentang efek dahsyat upaya bersama menghemat energi. Seperti peribahasa yang kita kenal, “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Hal kecil jika dilakukan bersama-sama akan berdampak besar, seperti mematikan lampu dan alat elektronik lainnya yang tidak terpakai di rumah maupun kantor. Earth Hour memberikan kita cermin; penghematan energi fosil dan segala jenis energi adalah sebuah kewajiban abadi. Everyday is earth day. Semoga!
Momen satu jam ini merupakan pengingat bagi kita semua tentang efek dahsyat upaya bersama menghemat energi. Seperti peribahasa yang kita kenal, “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Hal kecil jika dilakukan bersama-sama akan berdampak besar, seperti mematikan lampu dan alat elektronik lainnya yang tidak terpakai di rumah maupun kantor. Earth Hour memberikan kita cermin; penghematan energi fosil dan segala jenis energi adalah sebuah kewajiban abadi. Everyday is earth day. Semoga!
“Dengan mematikan listrik 1 jam bisa menyalakan listrik di 900 desa, meringankan biaya listrik 200 juta menyelamatkan 267 pohon, oksigen untuk 536 orang dan mengurangi emisi 267 ton CO2. Many things for the great earth, Show your care for our earth, start from YOURSELF!”
GLOBAL WARMING!
Pemanasan global (Inggris: global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Dampak dari global warming adalah
· Iklim mulai tidak stabil
· Peningkatan permukaan laut
· Suhu global cenderung meningkat
· Gangguan ekologis
· Dampak sosial dan politik
· Perubahan cuaca dan lautan
· Pergeseran ekosistem
Bounjour! ;)
Hi, ini post pertama gue... Sebenernya sih gue udah pernah punya blog cuma udah lama jadi too old to used it again... bounjour! my name is Darla diva adestya :) 14 years old...... If you want to ask me something just comment on this post or follow me --> https://twitter.com/#!/adestyadarla just ASK me! :) nice too meet you....
Subscribe to:
Posts (Atom)